Selasa, 17 Februari 2015

TAWA KECIL YANG MERINDUKAN


Teringat ketika mata kita berempat tertuju ke atas langit-langit rumah yang begitu sederhana dengan lampu pijar kuning yang tak begitu terang. Bercerita di sepanjang malam mengenai hal-hal yang lucu dan memecahkan tawa-tawa kecil yang merindukan saat aku mengingat itu kapanpun. Dunia ini seakan sempurna karena hari-hari kita yang bermakna dan selalu berbahagia. Dari seorang ibu yang memiliki hati lembut dan perhatian yang sangat luar biasa, seorang ayah yang gagah berani dan selalu menjaga kedua peri kecilnya yang tak hentinya berlomba-lomba mencari perhatiannya. Disaat pagi semua sibuk masing- masing bekerja, bersekolah, dan kegiatan lain. Betapa hebatnya keluarga ini ketika malam tiba saat lelah datang dan merupakan waktu yang tepat untuk tidur maka seorang ayah nan gagah tadi menghentikan semua itu dengan cerita-cerita hebatnya dan lucu-lucu. Begitulah tawa kecil yang merindukan ini akan datang disaat mataku tertuju pada langit atap dikala sendiri seolah-olah mereka berada disampingku dan terasa nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar